oleh : Thesia Ionately

“Pendidikan adalah hak setiap warga negara, begitu yang tercantum pada salah satu ayat di pasal UUD RI 1945. Pendidikan adalah aspek yang sangat penting untuk memajukan kehidupan berbangsa dan bernegara, adanya pemerataan pendidikan yang layak merupakan salah satu tujuan dari mencerdaskan Bangsa. Generasi muda yang maju dalam pendidikan akan mendorong munculnya karakter yang kuat, unggul dan kreatif.”

 Aksi Baik Babel (ABB) merupakan komunitas pemuda-pemudi Bangka Belitung yang mempunyai motivasi yang sama terhadap kepedulian ranah sosial-pendidikan. Komunitas ini terbentuk pada akhir tahun 2016 dengan tujuan ikut memajukan pendidikan serta memviruskan budaya membaca kepada anak-anak di daerah pesisir Bangka Belitung. Berbicara sedikit tentang wilayah pesisir, Adakah yang masih peduli keberadaannya? Sedikit terlupakan, bahkan agak miris memang. Ditengah binar-binar kehidupan perkotaan, orang-orang daerah pantai sudah terlupakan. Bagaimana dengan sekolah-sekolah di kawasan pesisir yang dikenal dengan sekolah pinggiran atau sekolah anak nelayan dengan fasilitas seadanya. Anak-anak yang berada pada permukiman nelayan mengalami hal yang berbeda. Anak tersebut kurang mendapat perhatian dan pendidikan yang seharusnya mereka dapatkan serta hak hak mereka seolah terabaikan. Seperti yang terjadi di Dusun Pesisir Kurau Timur, Bangka tengah yang merupakan salah satu kawasan dekat pariwisata Pulau Ketawai terkenal di Bangka Belitung. Sebagian besar anak-anak di daerah pesisir Kurau Timur ikut bekerja membantu orang tua mencari nafkah. Pekerjaan yang mereka lakukan beragam mulai dari nelayan, pedagang dan buruh lepas. Ada beberapa  anak yang putus sekolah dan memilih  bekerja dibandingkan melanjutkan pendidikan. Hal ini juga dikarenakan asumsi atau pola pikir mereka yang hanya tertuju pada pemenuhan kebutuhan materil sehari-hari. Paridigma yang dipercaya mereka bahwa sekolah tidak dapat menghasilkan uang, hanya dengan bekerja saja mereka dapat menghasilkan uang. Doktrin-doktrin ini ternyata berasal dari orang tua mereka yang secara tidak langsung memaksakan anak-anak untuk memilih bekerja. Anak-anak di wilayah pesisir Kurau Timur tersebut mengisi kesibukannya dengan aktifitas orang dewasa daripada mengisi kesehariannya dengan menempuh  pendidikan, bermain, berkreasi serta berkreatifitas.

Aksi Baik Babel (ABB) bersama masyarakat sekitar membangun dan meresmikan Perpustakaan Gempita di Dusun Pesisir Kurau Timur pada bulan februari 2017 sebagai salahsatu wujud program divisi pendidikan dan kelanjutan dari program sebelumnya yaitu Gerakan Seribu Buku (Geser Buku) yang mendapat donasi berupa buku-buku beragam tema dari masyarakat dan rekan-rekan komunitas lain di Bangka Belitung serta donasi materil dan dana dari beberapa donatur yang peduli akan kemajuan pendidikan di Bangka Belitung. Perpustakaan Gempita menjadi sarana pendidikan tambahan untuk anak-anak di pesisir Kurau Timur yang mempunyai fokus dalam meningkatkan minat anak pesisir di Kurau Timur untuk bersekolah serta menghimpun anak-anak tersebut dalam mengembangkan potensi diri, kreatifitas serta keterampilan mereka.

Selain sebagai perpustakaan yang memuat buku dengan tema-tema yang adaptif sehingga sesuai dengan usia baca anak-anak, adapun konsep pendidikan di Perpustakaan Gempita yaitu menjadikan anak-anak pesisir di Kurau Timur sebagai anak didik program lanjutan berikutnya yaitu Kelas Mengajar Alih Ilmu. Kelas mengajar ini memiliki konsep pendidikan yang hampir sama dengan konsep pendidikan formal pada umumnya berdasarkan silabus  belajar-mengajar yang telah disusun berdasarkan usia dan tingkatan pendidikan sebelumnya. Kelas mengajar Alih Ilmu juga mendapat bantuan dari volunteers Aksi Baik Babel (ABB). Nilai lebih yang ingin ditonjolkan oleh Kelas Mengajar Alih Ilmu di Perpustakaan Gempita, salah satunya dengan adanya kelas diskusi rasa dimana secara berkala dilakukan konseling sebaya antara pengajar muda dan anak didik merekaa untuk menilai progres selama belajar-mengajar serta mengetahui keluh-kesah serta memotivasi balik dari feedback yang diperoleh dengan menyesuaikan kembali pada silabus ajar. Konsep utama berorientasi lebih terhadap konsep pendidikan mengarah pada pembangunan karakter anak didik yang Kreatif, tanggUh, Religious, Arif dan Unggul berdasarkan kearifan  lokal dengan harapan anak-anak didik di Perpustaakan Gempita juga mengetahui dan dapat memaksimalkan potensi alam wilayah tempat tinggal mereka.

Perpustakaan Gempita juga merupakan salah satu upaya sederhana untuk mengatasi permasalahan sumber bahan bacaan yang terjadi pada anak-anak di dudun Pesisir Kurau Timur. Dengan adanya Perpustakaan Gempita diharapkan juga dapat memberikan kesadaran kepada masyarakat Bangka Belitung akan pentingnya ikut peduli terhadap pendidikan anak-anak kita. Bentuk peduli pendidikan bersama Aksi Baik Babel dapat berupa materil (dana)dan non materil (buku, fasilitas penunjang pendidikan) yang dapat disalurkan melalui Rekening atau langsung ke Sekretariat Komunitas Aksi Baik Babel. Selain itu juga, terbuka pendaftaraan untuk bergabung langsung menjadi Volunteers dan  Pengajar Muda bagi generasi muda Banga Belitung. Informasi terbaru mengenai kegiatan-kegiatan dapat dilihat akun sosial-media (fanpage dan instagram) Aksi Baik Babel. Ayo ikut bersama menebarkan aksi dan senyum baik untuk Bangka Belitung yang semakin baik. Yoh Gerek Kapan Agik!

Salam Aksi.

Komentar

komentar

Temukan kami di:

"Yoh Gerek, Kapan Agik"

Aksi Baik Babel adalah komunitas yang berbasis pendidikan dan sosial yang berfokus menyalurkan aksi baik untuk Bangka Belitung.

HUBUNGI KAMI











2017 © Komunitas Aksi Baik Babel

Pin It on Pinterest

Share This
%d bloggers like this: