oleh: Agus Cik, Elisya (foto), Mazdha

“Alam tidak butuh kita, tapi kita butuh alam”. Kira-kira begitulah petikan metafora yang disampaikan Agus Cik, dalam kesan dan pesannya saat menjadi peserta kegiatan penghijauan di Gunung Mangkol, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 2 Desember kemarin. Agus Cik adalah 1 dari 120 volunteer dalam kegiatan penghijauan di Gunung Mangkol. Ia bersama 4 orang temannya merupakan perwakilan dari Komunitas Aksi Baik Babel yang diundang oleh panitia penyelenggara bersama dengan puluhan komunitas lainnya dari berbagai daerah. Acara ini sendiri diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Yayasan Mangkol Lestari.

2 Tahun lalu, Gunung Mangkol sudah terlihat semakin gundul, tak lagi hijau dan cenderung tidak dipedulikan. Padahal kondisi alam Gunung Mangkol sebenarnya sangat memberikan dampak kepada situasi banjir di kota Pangkalpinang, ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kedua faktor tersebut ditambah potensi keindahan alamnya lah yang membuat beberapa tokoh di Bangka Belitung pada waktu itu yaitu Djohan Riduan Hasan, Ahmadi Sopyan, Erzaldi Rosman (Gubernur Kepulauan Bangka Belitung saat ini), & Rasio Ridho Sani berinisiatif untuk melakukan pembibitan dan penanaman di lokasi gunung. Dalam 2 tahun belakangan ini, sudah dilaksanakan 4x penanaman di beberapa titik. Serunya lagi, setiap kegiatan penanaman juga disertai dengan pelepasan burung.

Ahmadi Sopyan selaku wakil ketua acara Penghijauan di Gunung Mangkol menyampaikan bahwa pembibitan di Gunung Mangkol sebenarnya selalu dilakukan setiap saat. Sedangkan penghijauan dilaksanakan pada setiap musim penghujan seperti sekarang ini. Dalam musim penghujan, dilakukan penghijauan setiap bulan dengan target 25.000 bibit pohon tertanam dikawasan Mangkol. Jenis-jenis pohon yang ditanam adalah pohon Nyatoh, Durian, Ketapang Kencana, dan Pelawan.

“Kami tidak bermimpi, tapi kami membuat kenyataan (nyata), yakni menghijaukan Mangkol dan masyarakat menikmati dari keasrian Mangkol tersebut serta Pangkalpinang dan Bangka Tengah bebas dari bencana banjir”, ujar Ahmadi Sopyan ketika ditanyakan tentang mimpi yang dimiliki dari penyelenggaraan kegiatan ini. Ahmadi juga berpesan kepada masyarakat sekitar dan organisasi kemasyarakatan dan pemuda agar lebih peduli lagi kepada kondisi alam di Gunung Mangkol. “Karena Mangkol milik masyarakat, sehingga semua wajib peduli dan menjaganya”.

Komentar

komentar

Temukan kami di:

"Yoh Gerek, Kapan Agik"

Aksi Baik Babel adalah komunitas yang berbasis pendidikan dan sosial yang berfokus menyalurkan aksi baik untuk Bangka Belitung.

HUBUNGI KAMI











2017 © Komunitas Aksi Baik Babel

Pin It on Pinterest

Share This
%d bloggers like this: